oleh: Evelyn Jingga
Cowok sunkist? Apaan tuh? Yang jelas, Kimberly Andrea alias Kimmy, 21 tahun, nggak nyangka kalo kedatangannya ke supermarket 365 Days bakal berbuntut panjang. Ia menemukan tipe cowok yang selama ini ada di daftar impiannya. Cowok perfect dan wangi, laksana sunkist!Kimmy harus berharap Miss Fortune berada di pihaknya sekali lagi. Biar gimana pun, nggak gampang mendapatkan nama cowok keren itu! Sayangnya, ketika Kimmy berhasil mengetahui namanya adalah Nikolas Kevin, terkuak pula rahasia kehidupan cowok itu. Ternyata Niko . Ya ampyyyun!!! Ah, mendingan baca aja sendiri perjalanan cinta cewek imut tapi super ceroboh ini! Bohong banget kalo kamu bilang nggak terhanyut saat membacanya...
( padahal aku sendiri juga baru baca depannya doank... :D )
download
Saturday, 31 January 2009
Love in Sunkist
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/31/2009 07:06:00 am
0
comments
Labels: Novel
Dosa-Dosa Media Amerika
oleh: Jerry D. Gray
Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media BaratBukan Apa Yang Mereka Katakan, Melainkan Apa Yang Mereka Tidak KatakanPNAC (Project for a New American Century) menguasai pemerintah Amerika. Mereka memiliki banyak motif yang membuka pintu bagi terjadinya serangan 9/11.
**** Tentara AS tertawa sambil menari-nari mengelilingi tubuh warga sipil Irak yang tewas bersimbah darah.
****AS menahan bocah 11 tahun di penjara Abu Ghraib. Mantan komandan AS mengatakan berdasarkan investigasi umum, terjadi penganiayaan di penjara itu.
****Para polisi Inggris yang beroperasi di Basrah menyiksa setidaknya dua orang warga sipil hingga mati dengan menggunakan bor listrik.
**** AS mengambil keuntungan dari merebaknya perdagangan opium di Afghanistan
.****Seorang tahanan di Guantanamo pada bulan April 2003 melaporkan kepada FBI bahwa ia dipaksa berdiri telanjang di hadapan seorang interogator wanita.
****Pentagon mengakui lima tindakan "pelecehan" Al-Quran
**** Serangkaian aksi pengeboman di Indonesia tampaknya lebih merupakan kampanye terselubung intelijen Barat dan media untuk memberi kesan bahwa Indonesia adalah negara teroris. Mereka mengobarkan kemarahan kelompok-kelompok Muslim lokal dengan menyebarkan fitnah demi fitnah.
**** Virus HIV AIDS itu asal mulanya bukan dari simpanse, tapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu.
****Fluorida yang terkandung dalam pasta gigi untuk jangka panjang membahayakan kesehatan. Tapi, selama 50 tahun lebih, pemerintah dan media AS menganjurkan fluorida sebagai sarana yang aman dan efektif untuk mencegah gigi berlubang.
****Senjata pemusnah massal milik AS, seperti tabung uranium, jarang sekali disebutkan media Amerika, tak terkecuali dampak jangka panjangnya.
*****Pernahkah Anda mendengar berita atau ulasan di atas lewat CNN, Fox News, ABC, CNBC, BBC, atau media utama barat lainnya yang umumnya kemudian juga di-relay media TV lokal di negara-negara lain, termasuk di Indonesia? Tentu saja tidak! Karena mereka hanya melaporkan berita-berita yang mengharumkan nama pemerintah AS sementara kebenaran yang barangkali akan mengotori citra itu disingkirkan. Apakah ini yang disebut jurnalisme? Tentu saja bukan! Ini hanyalah manipulasi pikiran. Lewat riset pribadi yang mendalam dan meyakinkan, Jerry D. Gray menemukan banyak fakta mengenai media televisi korporat (terutama di Amerika Serikat). Peristiwa-peristiwa dunia yang kerap kita saksikan lewat berita televisi telah dipelintir, penuh dengan kebohongan, dan tipuan. Media korporat Amerika telah mengalami pergeseran dari sarana yang melaporkan berita aktual menjadi mesin propaganda yang setia mendukung presiden dan pemerintah AS, terlepas keliru maupun benar.Bacalah, buka mata Anda, pelajarilah kesejatian media barat. Setelah itu, barulah Anda bisa melihat dunia secara jernih lewat mata Anda sendiri, bukan mata mereka
download
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/31/2009 06:57:00 am
0
comments
Labels: politik
our spirit will never die,We'll not go down In Gaza tonight

A song for GAZA from us
(Michael Heart)
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/31/2009 04:00:00 am
0
comments
"Menerjang Harapan: Dari Jakarta Menuju Gedung Putih"

"Menerjang Harapan: Dari Jakarta Menuju Gedung Putih", adalah terjemahan dari buku obama yang berjudul : "The Audacity of Hope: Thoughts on Reclaiming The American Dream". saya tidak menemukan korelasi sedikitpun dari kedua judul diatas, meskipun itu adalah dua buku yang sama, namun kita maklumin saja dunia penerbitan Indonesia yang memang sering menggunakan permainan kata di judul buku hanya demi sebuah profit, tapi diluar hal itu buku ini merupakan kelanjutan dari buku Obama yang pertama " Dreams from my father, a story of race and inhetitance".. kedua buku ini mengisahkan perjalanan hidup obama, sangat menarik untuk dibaca sebagai literatur guna mempelajari sosok presiden amerika pertama berkulit hitam ini.
download
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/31/2009 01:50:00 am
0
comments
Labels: politik
Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia
"Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia" karya "Ishak Rafick" Sebuah Investigasi 1997-2007, Mafia Ekonomi, dan Jalan Baru Membangun Indonesia.
Yang akan Anda baca ini memang bukan sesuatu yg manis. Buku ini juga tentu tdk ditujukan utk menyenangkan setiap orang seperti cerita pengantar tidur. Di dlm , memuat rekaman hitam bersejarah yg boleh jadi belum pernah terungkap di media.
Ini adl hasil penelusuran jurnalistik selama 10 tahun. Catatan yg tajam dan paling komprehensif yg membedah kegagalan demi kegagalan presiden kita dlm membawa Indonesia tinggal landas.
Satu hal yg pasti, ada solusi dan pencerahan yg ditawarkan sang penulis kepada kita dgn cara memberi gambaran apa adatentang tanah air tercinta. Setidakagar muncul ide-ide kreatif utk menyelesaikannya.
download Selengkapnya......
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/31/2009 01:42:00 am
0
comments
Labels: politik
Agama dalam Politik Amerika

bagaimana agama dan institusi-institusi keagamaan memengaruhi politik Amerika. Buku ini berangkat dari sejumlah kegelisahan : mengapa para ilmuwan sosial yang menulis tentang politik sering mengabaikan penjelasan keagamaan; mengapa para ilmuwan sosial yang memandang faktor agama penting dalam politik sering sulit memetakan faktor-faktor penting dalam religiusitas; mengapa terdapat berbagai pengukuran keagamaan yang berbeda-beda yang sulit di kompromikan.
Pokok-pokok isi buku ini :
• Bagaimana studi tentang agama dan politik dalam konteks historis, teoretis, substantif dan normatif.
• Bagaimana strategi pengukuran dan dampaknya terhadap studi agama dan politik.
• Bagaimana menjelaskan persoalan pengukuran yang teliti atas afiliasi kelompok agama.
• Bagaimana menguji komponen psikologis dari afiliasi agama, yang disebut identifikasi kelompok agama.
• Bagaimana perubahan usia (anak-anak, remaja, dewasa) memengaruhi perubahan kelompok agama.
• Bagaimana keterkaitan antara kehadiran di gereja dan perilaku politik.
• Bagaimana hubungan antara berbagai tindak ibadah yang bersifat pribadi dan politik.
• Bagaimana memetakan pandangan dunia doktrinal, eksperiensial dan religius.
• Apa ukuran literalisme biblikal dan kaitannya dengan perilaku politik.
• Apa arti konseptual dan makna empiris dari fenomena terlahir kembali (born again experience).
• Bagaimana menempatkan konsep pandangan dunia keagamaan ke dalam kerangka Alkitab dan sosial ilmiah.
• Apa sumber-sumber sosialisasi dan mobilisasi agama.
• Apa peran kependetaan sebagai sumber politik.
• Bagaimana dampak dari televisi keagamaan sebagai sumber stimulus politik.
• Apa yang telah dicapai dalam penelitian mengenai agama dan perilaku politik selama ini.
• Bagaiaman agenda masa depan dalam studi agama dan politik.
Buku ini membantu para ilmuwan dan pengamat sosial, serta pembaca umum untuk membaca dan menemukan kembali faktor agama dalam politik. Meski buku ini berkonteks Amerika, argumen-agrumen dasar tentang hubungan agama dan politik sangat relevan dan untuk membaca hubungan umum agama dan politik di berbagai negara, termasuk indonesia.
download
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/31/2009 01:34:00 am
0
comments
Labels: politik
Bayang-bayang Hitam

Azh-Zhill al-aswad
Keruntuhan banyak negara sering disebabkan oleh kekacauan dari dalam; salah satu penyebabnya adalah pengamalan ajaran agama secara sempit yang diubah menjadi corong kekuasaan, kemudian dipraktekkan secara membabi buta.
Hal ini tergambar dalam alur novel sejarah kemelut di Ethiopia karya dr. Najib Kailani (1931-1995) ini. Kita dapat menyimak eksplorasi psikologis yang mengalir dalam penuturan dan gaya narasi yang memukau, yang telah mengibarkan nama sastrawan, intelektual, dan aktivis dakwah Ikhwanul Muslimin berdarah Mesir ini sebagai salah satu seorang penggagas sastra Islam modern.
sebuah novel yang sangat bagus buat dibaca..alur sejarah didalamnya dapat memberikan gambaran kepada kita bagaimana kondisi2 pemerintahan di negara2 arab.
download
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/31/2009 12:25:00 am
0
comments
Labels: Novel
Friday, 30 January 2009
The Alchemist

Paulo Coelho
Prolog
Sang Alkemis mengambil sebuah buku yang dibawa oleh seseorang yang ikut dalam karavan. Ketika membolak-balik halaman, dia menemukan sebuah cerita tentang Narcissus.
Sang Alkemis tahu tentang legenda Narcissus, pemuda yang setiap harinya berlutut di pinggir danau untuk mengagumi keindahannya sendiri.
Dia begitu terpesona oleh dirinya sendiri, hingga suatu pagi, dia jatuh ke danau dan tenggelam. Di tempat dia jatuh, sebuah bunga muncul, yang kemudian dinamakan bunga Narcissus.
Tapi bukan seperti ini pengarang buku mengakhiri ceritanya.
Si pengarang menulis, ketika Narcissus meninggal dunia, para peri hutan muncul di sekitar danau, yang pada mulanya berair segar, menjelma menjadi danau air mata yang asin.
"Mengapa engkau menangis?" Para peri bertanya.
"Aku menangis karena Narcissus," jawab danau.
"Ah, tidak mengejutkan engkau menangisi Narcissus," para peri berkata, "Karena hal itulah kami selalu mencarinya dalam hutan, hanya engkau yang bisa memandangi keindahannya dari dekat."
"Tapi…….., apakah Narcissus indah?" Tanya si danau.
"Siapa yang lebih tahu tentang hal itu daripada engkau?" para peri hutan terkejut. "Bukankah dia setiap hari berlutut di tepimu untuk mengagumi keindahannya?
Danau itu diam beberapa saat.
Akhirnya dia berkata, "Aku menangis karena Narcissus, tapi aku tidak pernah tahu Narcissus indah. Aku menangis karena, setiap kali dia berlutut di tepianku, aku bisa melihat, di kedalaman matanya, pantulan keindahanku sendiri."
"Cerita yang mengagumkan," pikir sang Alkemis.
download
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/30/2009 11:21:00 pm
0
comments
Labels: Novel
NOVEL ISLAMI J-Two on a Mission
Untunglah, Jai masih punya adik yang imut, manis dan baik hati. Jamilah namanya. Meskipun kakak beradik, namun Jamilah tidak mewarisi kejailan Jai. Jamilah lebih kalem, lebih peduli, dan tentu saja lebih cantik. Pokoknya beda banget dengan Jai yang sok kece, tetapi tak pernah mau diatur dan sering berbuat seenak udel.
Pembaca diajak mengikuti sebuah rentetan cerita yg semuanya berisi kekonyolan dari awal sampai akhir....ini novel islami gak siihh ???
ooppss tunggu dulu...peristiwa diakhir novel ini lah..yg mungkin dibidik oleh mbak asma nadia yg merupakan problema remaja sekarang...apaan yaa ???
download Selengkapnya......
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
1/30/2009 11:01:00 pm
0
comments
Labels: Novel
Tuesday, 18 November 2008
Hisyam Dalam Cinta Yang Sederhana
Oleh ; Agassa Salama
Memaknai kehidupan agar lebih berarti dalam dentang detik yang terus bergulir, merupakan satu mimpi diantara beribu ribu mimpi lain yang terus aku rangkai untuk membentuk sebuah rantai impian yang merupakan silabus pemberi arah dalam perjalanan hidupku, masa lalu yang selamanya akan menjadi bagian hidupku, dan masa depan yang entah apakah masih mau untuk menunggu, merupakan bagian bagian yang melatarbelakangi munculnya semua renungan ini, yang akhirnya memberikan sebuah konklusi kesadaran bahwa aku tidak mengetahui pasti siapakah diriku saat ini dan tak mampu lagi mengontrol secara penuh naluri yang ada pada hati.
Dia masih berada disana, ditempat dan waktu yang sama selama beberapa hari ini, yaitu dikala matahari terbit, padahal aku tahu pasti itu bukanlah tempat yang tepat untuk menikmati anugrah ilahi yang punya nama lain mentari, dan diiringi dengan coretan coretan yang terus bergerak diatas buku kecil yang dipegangnya,entah telah membentuk berapa ratus untaian kata, aku tak tahu pasti dan akupun tak dapat sedikitpun menerka apa yang dia tulis selama berada di tempat itu, dengan mimik muka yang selalu datar dan muluttrus membisu. dia adalah Hisyam…yaa anak yang beberapa bulan lagi merayakan sweet seventeen itu adalah Hisyam, sosok santri yang mengingatkan aku dengan figur salah seorang sahabat nabi, Abu dzar al-ghifary.
Sudah beberapa bulan ini aku mengamati gerak geriknya, tegas dan bersahaja, kadang berkobar kobar jika merasa bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang semestinya, terutama sekali perihal perihal yang berkaitan masalah hukum agama, sangat aneh memang ketika hampir semua anak diusianya sedang terfokus dalam perkembangan remaja yang dibuai dengan angan2 indah bernama cinta, dia sama sekali tidak kenal istilah itu didalam kamus hidupnya, atau mungkin kata cinta memiliki penafsiran yang berbeda baginya. dia baru akan siap siaptidur ketika teman temannya yang lain sudah bercengkrama dengan mimpi mereka, dan sekitar setengah jam sebelum adzan subuh menggema, aku temukan dia sudah tersungkur sujud di pojok mushalla pondok pesantren ini, seorang anak yatim piatu yang dipungut dan diasuh oleh kyai Sanusi dengan segudang sifat sifat menawan yang dia miliki.
“Pak ustadz, pak ustadz… ada banyak orang kampung di halaman depan, datang sambil marah marah, memaki maki dan menyebut nyebut nama hisyam..”
aku terkaget saat sedang mengajar di diniyah lailiyah, kitab hadist bulughul marom seketika itu juga aku tutup tanpa rutinitas do’a kafaratul majlis seperti biasanya, tubuh ini seketika bergegas ke halaman depan pesantren yang sudah dipenuhi massa orang orang kampung, beberapa santri serta kyai pengasuh pondok sendiri sudah berada disana mencoba menenangkan massa yang kelihatan emosinya sangat meluap luap.
“Mana hisyam.. bawa anak itu sekarang juga kesini, anak tak tahu diuntung…
Cincang saja langsung… hajar saja… santri kok kelakuan kayak tahi…”
Sumpah serapah berhamburan terdengar bagai hujan deras yg diiringi guntur guntur yang bergelegar, sangat memekakkan telinga…
pak kyai Sanusi, pengasuh pesantren al-huda, satu satunya pondok salaf di wilayah ini dengan tenang coba menenangkan massa, “ ada apa ini bapak bapak? Tenang dulu, tenang dulu…bicara yang jelas ada apa ini sebenarnya..?”
“pak kyai..santri bapak yang bernama hisyam telah memperkosa gadis di dusun kami?
Kami datang untuk meminta pertanggung jawaban…”
Aku kaget dengan perkataan salah satu orang kampung itu, Hisyam memperkosa gadis dusun ? sangat tidak masuk akal setelah aku sempat mengikuti gerak geriknya belakangan ini, tapi siapa yang tahu tabiat manusia sebenarnya kecuali yang ESA.
“Tenang bapak bapak…hisyam yang mana? dan siapa gadis itu ? mari kita bicara baik baik, yang benar tidak akan pernah kita tutup tutupi meski itu sangat pahit dan memalukan buat kami, bapak bapak bisa pegang ucapan saya.” Kata kyai Sanusi.
“Seorang santri pak kyai yang bernama Hisyam telah memperkosa anak gadis saya, si Aisyah… dan satu hal pak kyai, saya ini tidak bicara bohong, anak saya sendiri yang bilang, dan saat ini dia telah mengandung dua bulan”. seorang bapak dengan suara penuh kemarahan berusaha untuk menjelaskan latar belakang kejadian yg ada ini.
Sontak pak kyai kaget ketika sadar bahwa yang dimaksud adalah hisyam si Abu dzar al-ghifary, salah seorang diantara santri kesayangan beliau.
tiba tiba menyeruak seorang santri kedepan, dia adalah Hisyam, sambil berkata “aku adalah hisyam yang bapak bapak maksudkan”. Aku terkaget ketika menyadari tindakan bodoh anak ini, tapisudah terlambat ketika tanpa sebuah komando, puluhan tangan tangan kekar sudah mendarat di wajah dan tubuh hisyam, pak kyai Sanusi berteriak teriak mencoba menenangkan, bahkan sebagian santri santri sudah turun tangan mencoba melerai, tapi situasi makin tidak terkendali bahkan berujung pada perkelahian massal antara santri dan warga kampung.
Duaarrr duaarr duarr… suara tembakan terdengar beberapa kali membahana di udara, massa mulai bubar ketika puluhan aparat keamanan tiba2 datang sambil memukulkan tongkat kearah kerumunan perkelahian, warga kampung berhamburan menyelamatkan diri, dan beberapa diantaranya ditangkap polisi, dalam hatiku langsung terucap kata hamdalah sebanyak banyaknya, karena untung tadi aku sempat menelepon polisi tepat setelah mengetahui ada gelagat buruk yang akan terjadi, suasana berhasil dikendalikan dengan baik oleh aparat keamanan, para santri yang terluka segera mendapat pertolongan, dan… mata ini tak kuasa berkedip ketika melihat sosok hisyam yang tersungkur bermandikan darah diseluruh tubuhnya, tanpa aku sadari tubuh ini bergerak menyongsong tulang berbungkus sedikit daging dan kulit yang tergolek lemah tersebut sambil berteriak teriak meminta bantuan.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Damono)
Gerimis terus mengguyur area pekuburan umum di desa kecil ini sejak siang hari tadi,padahal saat ini sudah mulai memasuki bulan juni, mungkin langit turut berduka cita mengantar kepergian sosok yang aku tahu dengan pasti sangat mencintai dan rindu akan Tuhannya, keadaan berangsur angsur mulai tenang kembali, tapi yang jelas penyesalan mungkin akan terus menghantui perasaan beberapa orang, khususnya kyai Sanusi ,pihak pesantren dan para warga kampung atas kejadian yang menyebabkan meninggalnya seorang santri di pesantres al-huda.
Gundukan tanah itu masih basah, akuberdiri menatapnya bagai sebuah patung batu tanpa makna, sambil tanganku bergetar memegang sebuah buku catatan kecil milik hisyam yang didalamnya terdapat kisah sebuah cinta yang sederhana. kasus penyerangan massa ke pesantren satu minggu yang lalu telah terungkap, bukan Hisyam, dari awal naluri hati ini sudah berkata lantang tidak mungkin si Hisyam melakukan hal bejat seperti itu, dan intuisi ini ternyata tidak salah, kemaren putra sulung kyai Sanusi si Burhan di ciduk oleh polisi beserta tiga orang komplotannya, mereka lah yang ternyata memperkosa Aisyah ramai ramai, dan saat itu si Hisyam memergoki tindakan amoral mereka, tapi tidak mampu berbuat banyak untuk mencegahnya, pengakuan Aisyah bahwa Hisyam yang memperkosa dia ternyata semua adalah sandiwara yang skenarionya dibuat oleh seorang sutradara handal, si Hisyam itu sendiri, dan tahukah kamu, saat saat dia menyendiri beberapa waktu yang lalu disetiap mentari terbit, setelah aku sadari itu adalah waktu pembuatan script sandiwara tersebut, masih terekam jelas di memori ini seluruh cerita yang mengalir dari bibir mungil Aisyah, tentang kejadian pemerkosaan yang menimpa dirinya, tentang permintaan Hisyam agar menuruti seluruh scenario yang dia buat demi kemaslahatan bersama katanya, bahkan cerita cerita tentang Hisyam sendiri dan tentang mereka… ahh.. ternyata kesimpulanku dulu bahwa Hisyam itu beda dengan anak2 muda yang lain itu salah, bahwa Hisyam itu tidak mengenal kata cinta itu salah, sebaliknya dia telah memahami makna cinta itu mendekati makna utuh menimal menurut kebenaran yang dia yakini.
Bulan juni, tidak ada yang istimewa bagiku di bulan ini, tapi kenangan tentang seorang santri akan membuatku terus mengingatnya, berfikir demi kemaslahatan, atau paling tidak mencegah kemudlaratan (bencana) yang lebih besar terjadi, merupakan alasan Hisyam membuat sandiwara yang telah mempertemukan dia lebih cepat dengan Sang Pencipta, dan aku sendiri sempat berpikir entah bagaimana jadinya kalau sedari awal warga kampung tahu bahwa yang memperkosa adalah anak dari Kyai pengasuh sendiri, mungkin mereka tanpa berpikir panjang akan membakar seluruh bangunan pesantren ini, pesantren yang sangat dicintai Hisyam, juga merupakan keluarga satu satunya yang dia miliki, tapi saat ini amarah warga telah hilang, cinta tulus dan sederhana Hisyam terhadap pesantren telah meluluhkan hati mereka, tinggal aku yang masih sering termenung, mungkin sampai bulan juni ini lewat.
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
(Sapardi Djoko Damono)
Kairo, 17 November 2008
Di kala malas belajar
Disaat kreatifitas hilang
Posted by
Ahmad Agus Salim
at
11/18/2008 07:53:00 pm
0
comments
Labels: Cerpen, My Zone-My Writings

